Wilayah  Surabaya  dan  Sidoarjo   merupakan   daerah  yang   sangat sibuk   dengan   industri   dan perdagangan. Juga sektor Barang dan Jasa. Sebelum tahun 2015 Jawa Timur, khususnya di wilayah Surabaya dan Sidoarjo terdapat dua kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai yaitu KPPBC TMP Tanjung Perak  Surabaya  dan  KPPBC TMP  Juanda di Sidoarjo.  Kedua kantor  tersebut sangat  sibuk dengan kegiatan kegiatan ekspor impor, arus barang dan penumpang dari dan ke luar negeri. Sehingga  pengawasan  dan  pelayanan  di sektor  lain  dalam  hal  ini sektor  Cukai  dan  pelayanan terhadap perusahaan yang mendapatkan fasilitas kepabeanan tidak tertangani dengan optimal.

Berdasarkan Peraturan  Menteri  Keuangan  Nomor 206.3/PMK.01/2014  tentang  perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.01/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan  Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-64/BC/2015  tentang  Pembentukan  Kantor  Pengawasan dan  Pelayanan Bea Dan Cukai  Tipe Madya Pabean B Sidoarjo, maka pada tanggal 1 Juli 2015 kantor Bea dan Cukai Sidoarjo resmi beroperasi.  Grand Launching  dilaksanakan  pada  tanggal 19 Agustus 2015 oleh  Direktur Jenderal  Bea dan Cukai.

Untuk memperjelas tugas masing masing Kantor Pasca pembentukan kantor Bea dan Cukai Sidoarjo, maka diatur juga tentang  Pembagian Wilayah Kerja KPPBC TMP B Sidoarjo sehingga tidak tumpang tindih  dengan  wilayah kerja KPPBC TMP Tangjung Perak,  KPPBC TMP Juanda. Secara rinci Wilayah Kerja KPPBC TMP B Sidoarjo adalah :

  1. Kabupaten Sidoarjo kecuali Kawasan Bandara Juanda,  Tempat Peninbunan  Pabean terkait Bandara Juanda dan kantor Pos Lalu Bea
  2. Kota Mojokerto
  3. Kabupaten Mojokerto
  4. Kota Surabaya, kecuali  kegiatan  kepabeanan  di kecamatan Cantikan,  Semampir,  Tandes, Asemrowo dan Pakal.

Dengan wilayah kerja meliputi 4 kabupaten/Kota. KPPBC TMP B Sidoarjo melaksanakan Pengawasan dan Pelayanan  di Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai.